Seorang pria di China, Provinsi Guangdong, pada mulanya mengeluh
karena sakit perut yang ia alami. Dirinya juga merasakan gatal yang
teramat sangat di seluruh tubuhnya. Karena itu ia lantas mendatangi
sebuah rumah sakit di wilayah tempat tinggalnya, bernama Rumah Sakit
Umum No 8.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter pun lantas mencoba memindai
tubuh pria tersebut untuk lebih jelas mencari penyebab keluhannya. Hasil
yang mereka dapatkan sangat mengejutkan si dokter dan juga pasien
malang itu.
Ratusan titik yang diyakini sebagai cacing pita, tampak
di foto hasil pemindai, hidup di seluruh bagian tubuh pria China
tersebut. Dokter pun menduga bahwa sumber dari ratusan cacing pita
tersebut adalah makanan kegemaran sang pria, yaitu sashimi. Sashimi adalah makanan Jepang yang menggunakan ikan mentah sebagai bahannya.
Dilansir laman Dailymail, ikan atau daging mentah yang
langsung dikonsumsi tanpa dimasak lebih dulu berpotensi besar membawa
parasit atau telur cacing pita. Larva Diphyllobothrium, nama
dari larva cacing pita yang hidup di dalam daging ikan air tawar semisal
salmon, bahkan dapat tetap hidup walau daging salmon sudah diasap atau
diasinkan.
Makin populernya masakan Jepang berbahan ikan mentah seperti sushi
dan sashimi juga diduga turut berkontribusi dalam penyebaran sejumlah
penyakit kepada manusia. Hal ini turut diteliti oleh oleh banyak
peneliti Eropa, salah satunya Nancy Craig.
“Penyebaran popularitas sushi dan sashimi Jepang ikut berperan. Bahkan mungkin fillet yang diasinkan berasal dari Baltik dan negara-negara Skandinavia juga. Atau carpaccio, ikan yang diiris tipis dari Italia, serta salmon mentah,” tulisnya dalam jurnal Canadian Family Physician.
Bahaya yang timbul jika cacing pita sudah menyebar
adalah jika terbawa aliran darah dan sampai ke otak. Ia akan tinggal dan
menggerogoti bagian vital tubuh tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar